Video Dukun Thailand Jampi Skuad Garuda Jadi Bahan Olok-olok di Media Sosial

Kemenangan Tim Nasional Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih menjadi topik hangat di berbagai platform media sosial. Selain perayaan dan beragam reaksi dari masyarakat, sebuah video lama yang berkaitan dengan “dukun” Thailand kembali menarik perhatian para pengguna internet.

Video yang menjadi perbincangan tersebut kembali beredar setelah Skuad Garuda meraih gelar juara dalam kompetisi FIFA ASEAN Cup 2026. Salah satu akun yang mengunggah kembali video tersebut adalah akun Threads @piston_kopi.

Dalam cuplikan video tersebut, terlihat seorang pria yang diduga sebagai staf tim di bangku cadangan Timnas Thailand berlutut di tepi lapangan. Ia memegang sebuah botol air mineral sambil melakukan gerakan yang kemudian oleh warganet dianggap sebagai bagian dari ritual tertentu.

Video tersebut kemudian diberi narasi yang mengindikasikan adanya praktik perdukunan yang dilakukan untuk mendukung Timnas Thailand.

“Dukun Timnas Thailand ini berani-beraninya praktek di Tanah Mak Lampir,” demikian bunyi keterangan yang menyertai video tersebut, sebagaimana dilaporkan pada Rabu (7/10/2026).

Walaupun video ini kembali viral setelah pertandingan final 2026, sebenarnya itu bukanlah rekaman baru. Cuplikan tersebut sebelumnya diunggah pada tahun 2025 dan kini kembali dibagikan di media sosial.

Momen kemunculan video lama ini bertepatan dengan keberhasilan Indonesia mengalahkan Thailand, sehingga video tersebut kembali menjadi sorotan. Terlebih, laga final FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung dengan sangat dramatis dan harus ditentukan melalui adu penalti.

Pertandingan yang dihelat pada Senin (5/10/2026) berakhir imbang 2-2 hingga waktu tambahan. Akibatnya, kedua tim harus menjalani drama adu penalti untuk menentukan juara.

Timnas Indonesia akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2 dalam adu penalti tersebut. Kemenangan ini memastikan Skuad Garuda mengangkat trofi setelah melewati pertandingan yang cukup ketat.

Kembalinya video lama ini pun memicu warganet untuk mengaitkannya dengan hasil pertandingan yang baru saja terjadi. Meskipun demikian, tidak ada bukti yang dapat memastikan bahwa aktivitas dalam video tersebut benar-benar merupakan ritual yang bertujuan untuk memengaruhi hasil pertandingan.

Alih-alih merespons dengan ketakutan terhadap video yang dikaitkan dengan “dukun Thailand”, banyak warganet justru menganggapnya sebagai bahan lelucon. Kolom komentar dipenuhi dengan beragam candaan setelah Indonesia berhasil mengalahkan Thailand.

“Harusnya tutup botolnya dibuka supaya jampi-jampinya larut di air minumnya,” ungkap salah satu pengguna media sosial.

Dengan beredarnya video tersebut, banyak yang mulai mempertanyakan tentang keberadaan dukun dalam dunia olahraga. Dalam beberapa budaya, praktik perdukunan sering kali dianggap sebagai hal yang mampu memberikan keberuntungan atau mengubah hasil pertandingan. Namun, di era modern ini, banyak orang lebih memilih untuk mengandalkan kemampuan dan strategi tim dalam meraih kemenangan.

Praktik semacam ini sering kali mengundang perdebatan. Beberapa orang percaya bahwa ritual semacam itu dapat membawa keberuntungan, sementara yang lain menganggapnya sebagai takhayul belaka. Masyarakat, khususnya di Asia Tenggara, sering kali terpengaruh oleh kepercayaan tradisional yang mengaitkan keberhasilan dengan praktik-praktik tertentu.

Bagaimanapun, keberhasilan Timnas Indonesia dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 adalah hasil dari kerja keras tim, persiapan yang matang, dan dukungan dari para penggemar. Skuad Garuda telah menunjukkan performa yang memukau sepanjang turnamen, dan kemenangan ini menjadi bukti nyata dari dedikasi serta semangat juang mereka.

Sementara itu, video dukun Thailand ini juga mengingatkan kita tentang betapa cepatnya informasi dapat menyebar di dunia maya. Dalam beberapa kasus, informasi yang beredar tidak selalu akurat dan dapat menimbulkan persepsi yang keliru. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum percaya atau menyebarkannya lebih lanjut.

Dengan perkembangan teknologi dan media sosial, fenomena seperti ini akan terus terjadi. Warganet bisa dengan mudah memberikan komentar, baik yang positif maupun negatif, terhadap setiap momen yang terjadi di dunia olahraga. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk opini publik.

Kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momen bersejarah yang tidak hanya dirayakan oleh para pemain dan ofisial, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah contoh bagaimana olahraga dapat menyatukan orang, menciptakan kebanggaan nasional, dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang.

Keberhasilan ini juga mendorong harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi sepak bola Indonesia. Dengan dukungan yang terus menerus dari penggemar dan pihak terkait, tidak menutup kemungkinan bahwa Indonesia akan terus berprestasi di tingkat internasional.

Berbicara mengenai dukun dan praktik perdukunan dalam konteks olahraga, kita perlu menyadari bahwa setiap individu memiliki pandangan yang berbeda. Beberapa mungkin melihatnya sebagai tradisi, sementara yang lain mungkin menilai dari sudut pandang skeptis.

Yang pasti, video dukun Thailand ini telah menjadi bagian dari cerita menarik yang menyelimuti perjalanan Timnas Indonesia di ajang bergengsi ini. Terlepas dari kontroversi dan olok-olok di media sosial, satu hal yang jelas: kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan semangat yang tidak pernah padam dari Skuad Garuda.

➡️ Baca Juga: Syarat Membangun Lapangan Padel di Jakarta: Jarak 160 Meter dari Pemukiman dan Akses Transportasi Umum

➡️ Baca Juga: Polri Gunakan Dua Alat Canggih untuk Olah TKP Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

\ Get the latest news /

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *