Teknologi AI yang Makin Canggih, Tugas Tiga Orang Kini Dapat Dilakukan Satu Sistem Saja
Jakarta – Kecerdasan buatan atau yang lebih dikenal dengan istilah artificial intelligence (AI) semakin mengubah cara para pelaku bisnis dalam menjalankan operasional mereka. Teknologi yang dulunya hanya dapat diakses oleh perusahaan-perusahaan besar kini telah tersedia untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka peluang baru bagi berbagai skala usaha.
Penggunaan AI kini memungkinkan sejumlah tugas yang sebelumnya memerlukan dua hingga tiga orang untuk diselesaikan oleh satu orang saja. Dari mendesain foto produk hingga menulis deskripsi yang sesuai dengan kebutuhan SEO, teknologi ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi kerja mereka.
Perubahan ini menjadi salah satu topik utama dalam SME DigitalFest 2026 yang mengusung tema “UMKM + AI”, acara yang berlangsung di CBN Hall Menara Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu, 30 September 2026.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak positif dari teknologi ini adalah Steven dari Reka Tridi. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran AI sangat membantu usaha kecil dalam mengelola sumber daya mereka, terutama saat harus menangani berbagai aspek bisnis dengan jumlah tenaga kerja yang terbatas.
“Dengan adanya AI, pekerjaan yang dulunya memerlukan dua atau tiga orang, seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi yang efektif untuk SEO, kini bisa dilakukan oleh satu orang saja,” jelas Steven dalam pernyataannya yang dikutip pada 3 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana AI mulai merevolusi pembagian tugas dalam bisnis kecil. Pelaku usaha kini tidak lagi perlu bergantung pada banyak karyawan untuk menyelesaikan beragam tugas administratif dan kreatif yang bisa dibantu dengan teknologi.
Namun demikian, penerapan AI tetap memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan bisnis yang ada. Teknologi ini bukan sekadar alat untuk menghasilkan konten, tetapi juga berfungsi untuk mempercepat proses kerja dan mendukung pelaku usaha dalam mengambil keputusan yang lebih baik.
AI Kini Bukan Lagi Milik Perusahaan Besar
Indra Hartawan, VP & Country Manager Exabytes Indonesia, menekankan bahwa perkembangan AI telah memperlebar akses teknologi antara perusahaan besar dan UMKM.
Ia berpendapat bahwa pelaku usaha kecil kini memiliki kesempatan untuk memanfaatkan teknologi yang sebelumnya hanya dapat diakses dengan sumber daya yang besar. Namun, kesiapan untuk mengadopsi teknologi ini menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan kemampuan bisnis untuk berkembang.
“Teknologi AI yang dulunya hanya menjadi hak istimewa perusahaan besar kini dapat diakses oleh siapapun. Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan potensi ini dengan baik akan menjadi pemenang, sementara mereka yang tidak mengadopsi akan mengalami kesenjangan yang signifikan,” tutup Indra.
➡️ Baca Juga: BMKG: Ramalan Hujan Intensitas Ringan hingga Sedang di Bali Hari Ini, 31 Januari
➡️ Baca Juga: Ulasan Stand Laptop Aluminium untuk Menciptakan Posisi Mengetik yang Ergonomis dan Nyaman
